Sabtu, 18 Mei 2013

Kejutan Untuk Jingga :)

   Malam telah berganti pagi, dinginnya pagipun mulai terasa sampai melelusup kulit, pancaran sinar matahari  telah menembus jendela kamar Ressi. Namun gadis periang itu masih berbaring di tempat tidur yang berselimutkan kartun doraemon kesayangannya. Tak lama kemudian Ressi bergegas bangun merapihkan tempat tidur dan kamarnya, lalu bersiap-siap untuk berangkat pergi kesekolah.
       Hari ini adalah satu hari sebelum ulang tahun ressi, dimana besok ulang tahun ressi yang ke tujuh belas.

“dert..dert..dert..” terdengar tanda getar handphone Ressi.
Lalu ia cepat-cepat mengambil handphone yang berada diatas meja belajarnya.
“ ress, hari ini gua gak masuk sekolah gua ada masalah. Nanti gua ceratain sama lu, bilang ajah sama mona kalau hari ini gua sakit” satu pesan dari lula, salah satu sahabat ressi.
“hemm..nanti  kalau ditanya soal surat?” balas ressi.
Tidak sampai lima menit pesan balasan dari lula pun muncul pada layar handphone, lalu ressi membacanya.
“lu alasan apa gitu, bilang ajah suratnya ketinggalan.”
“iaudah deh..sipph.”

            Setelah selesai merapikan kamarnya akhirnya Ressi pun bergegas mandi, dan bersiap-siap, tak lupa dari sarapan wajibnya dipagi  hari.

“sarapan mu ada di atas meja, sudah mama siapkan” kata mama dari dapur.
“okeh, mama ku tersayang J ” dengan genit Ressi menjawab.

Setelah sarapan selesai, Ressi pun berangkat kesekolah, tak pernah lupa ia berpamitan dengan mamanya.

“mah, Ressi berangkat, sepertinya nanti Ressi akan ada kerja kelompok mungkin nanti Ressi pulang telat mah”
“hmmm..jangan nakal yaa kamu disekolah, belajar yang benar. Yasudah hati-hati kamu dijalan”
“okeh” ;)

            Dengan bus umum Ressi biasa berangkat pergi kesekolah, memang Ressi bukan anak dari keluarga orang kaya yang bisa berangkat sekolah dengan mobil yang mewah, tapi Ressi tak pernah mempermasalahkan tentang hal itu.
            Sesampainya disekolah ressi memberitahu Mona dan Tika bahwa lula hari ini tidak masuk karena sakit, sesuai dengan perintah lula tadi. Disisi lain sebenarnya Lula sudah memberitahu pada Tika bahwa hari ini ia tidak masuk sekolah karena haL tertentu.
Bel pun berbunyi, Tika dan Ressi masuk kedalam kelas masing-masing. Memang Ressi dan Lula tidak sekelas dengan Tika  dikelas XI ini, Tika klas XI.IPA1 sedangkan Lula dan Ressi kelas XI.IPS2.
Saat dikelas teman-temanpun banyak yang menanyakan tentang ketidak hadiran Lula hari ini. Ressi pun menjawab semua pertanyaan sesuai dengan perintah Lula.
Ressipun belajar seperti biasa dikelas, tidak banyak hal yang berubah karena ketidak hadiran Lula hari ini.
Tak terasa Bel tanda istirahat berbunyi, anak-anak pun bubar dari kelas. Ada yang ke kantin, kelapangan basket, ke ruang osis, dan lain-lain.
Setelah jam istirahat habis murid-murid pun kembali ke kelas masing-masing. Dan melanjutkan pelajaran seperti biasanya, satu persatu guru masuk dan berganti mulai dari guru matematika, bahasa indonesia, fisika, dan bahasa jepang. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, tak lama bel tanda pulangpun berbunyi, murid-murid keluar dari kelas masing-masing.
Tika-tiba Tika dan teman-temannya menghampiri Ressi.

“Ress, kita pulang sama temen-temen gua juga yaa..soalnya mau kerja kelompok ngerjain tugasnya Pak Rusli.”
“Ouhh..yaudah. Iya gapaapa Tik.”

            Padahal dibalik semua itu ada yang Tika sembunyikan, sebenarnya Tika dan teman-temannya tidak ingin kerja kelompok tetapi ingin merayakan ulang tahun Ressi bersama. Lalu Ressi diajak oleh tika dan teman-temannya kesebuah taman yang indah penuh dengan bunga.

“Loh ? Katanya kalian mau kerja kelompok, kenapa jadi ketempat ini?” Ressi terkejut.
“Iyaa, gapapa ditempat ini lagipula tempatnnya baguskan.” Jelas nene teman Tika.
“Yaa sudah terserah kalian sajah, gua mah ikut alian saja.”
           
            Akhirnya Tika dan teman-temannya berpura-pura kerja kelompok untuk meyakinkan Ressi. Ada yang membahas tentang apa yang akan dimulai, ada yang asik bercerita, ada pula yang memulai tugas.
Tiba-tiba saat mereka sedang sibuk ada seorang gadis yang datang dengan mengendarai sepeda motor, dan ternyata itu adalah Lula. Ressi, Tika dan teman-temannya pun terkejut. Karena hari ini lula tidak masuk sekolah tapi kenapa Lula datang ketempat ini. Ini semua adalah Rencana dari Lula dan Tika untuk memberi kejutan pada Ressi.

“Lul, ko lu disini?” dengan kagetnya Ressi bertanya.
“iya dong.” Kata Lula

            Akhirnya Lulapun gabung dengan teman-teman Tika yang sedang asik bercerita, tapi disisi lain Tika sibuk memisahkan diri untuk menyipakan kue ulang tahun untuk Ressi yang sudah dibawa oleh Lula. Dipasangkan lilin berangga tujuh belas yang menyatakan umur Ressi sekarang, ya tepat ! ini adalah ulang tahun ressi yang ketujuh belas. Tak lupa dinyalakannya lilin lilin itu.
            Lalu Tika keluar dari balik pohon besar dengan membawa kue ulang tahun istimewa itu dengan nyanyian selamat ulang tahun.

“selamat ulang tahun kami ucapkan” Tika bernyanyi

            Ressi yang melihat hal ini pun terkejut, karena memang Ressi tidak menyangka kalau ini semua akan terjadi padanya, yang ada dalam benaknya adalah teman-teman dan mamanya lupa akan hari ulang tahunnya tetapi itu semua tidak benar.

“Kaliaan semuaaaaa !!! Gua bener-bener gak nyangka kalo ini semua sudah kalian rencanakan.”
“Hehe sebenarnya ini semua udah kita siapin dari kemarin kemarin” tika tertawa

            Berselang beberapa menit dari arah yang sama saat Lula datang, ada dua motor matic yang datang ternyata itu adalah Ka Raffi dan Ka Mugni, ternya mereka berdua juga bagiaan dari rencana Tika dan Lula. Tak habisnya kado datang untuk Ressi, mulai dari kejutan yang dibuat oleh dua sahabatnya dengan keikutsertaan teman-teman Tika, kejutan dari Ka Mugni, dan banyak lagi.
            Sore kini mulai menghinggap diperaduannya, langitpun kini mulai berubah dari biru muda mejadi kemerahan, tawa bahagia bertabur ditempat itu, tak hanya ressi yang bahagia tapi teman-teman Ressi pun ikut bahagia. Mengingat waktu yang terus beranjak akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri kejutan untuk Ressi, dan merekanpun pulang kerumah masing-masing. Begitu pula Ressi, namun saat sampai dirumah Ressi pun mendapat kejutan dari mamanya yaitu guyuran tepung dan ceplokan telor. :D tak hanya mamanya adiknya pun turut serta membantu.
            Setelah semua kejutan itu berakhir Ressi pergi mandi dan beristirahat, seperti biasa Ressi selalu menulis cerita yang di alaminya dalam buku hariannya itu, dalam buku kecil berwarna biru muda dengan hiasan boneka kecil diluarnya.
Karena terlalu asik Ressi menulis, Ia pun sampai tertidur dengan pena ditanggannya.