Malam telah berganti pagi,
dinginnya pagipun mulai terasa sampai melelusup kulit, pancaran sinar
matahari telah menembus jendela kamar
Ressi. Namun gadis periang itu masih berbaring di tempat tidur yang
berselimutkan kartun doraemon kesayangannya. Tak lama kemudian Ressi bergegas
bangun merapihkan tempat tidur dan kamarnya, lalu bersiap-siap untuk berangkat
pergi kesekolah.
Hari ini adalah
satu hari sebelum ulang tahun ressi, dimana besok ulang tahun ressi yang ke
tujuh belas.
“dert..dert..dert..”
terdengar tanda getar handphone Ressi.
Lalu ia cepat-cepat
mengambil handphone yang berada diatas meja belajarnya.
“ ress, hari ini
gua gak masuk sekolah gua ada masalah. Nanti gua ceratain sama lu, bilang ajah
sama mona kalau hari ini gua sakit” satu pesan dari lula, salah satu sahabat
ressi.
“hemm..nanti kalau ditanya soal surat?” balas ressi.
Tidak sampai lima
menit pesan balasan dari lula pun muncul pada layar handphone, lalu ressi
membacanya.
“lu alasan apa
gitu, bilang ajah suratnya ketinggalan.”
“iaudah
deh..sipph.”
Setelah selesai merapikan kamarnya
akhirnya Ressi pun bergegas mandi, dan bersiap-siap, tak lupa dari sarapan
wajibnya dipagi hari.
“sarapan mu ada di
atas meja, sudah mama siapkan” kata mama dari dapur.
“okeh, mama ku
tersayang J ” dengan genit Ressi menjawab.
Setelah
sarapan selesai, Ressi pun berangkat kesekolah, tak pernah lupa ia berpamitan
dengan mamanya.
“mah, Ressi
berangkat, sepertinya nanti Ressi akan ada kerja kelompok mungkin nanti Ressi
pulang telat mah”
“hmmm..jangan nakal
yaa kamu disekolah, belajar yang benar. Yasudah hati-hati kamu dijalan”
“okeh” ;)
Dengan bus umum Ressi biasa
berangkat pergi kesekolah, memang Ressi bukan anak dari keluarga orang kaya
yang bisa berangkat sekolah dengan mobil yang mewah, tapi Ressi tak pernah
mempermasalahkan tentang hal itu.
Sesampainya disekolah ressi
memberitahu Mona dan Tika bahwa lula hari ini tidak masuk karena sakit, sesuai
dengan perintah lula tadi. Disisi lain sebenarnya Lula sudah memberitahu pada
Tika bahwa hari ini ia tidak masuk sekolah karena haL tertentu.
Bel
pun berbunyi, Tika dan Ressi masuk kedalam kelas masing-masing. Memang Ressi
dan Lula tidak sekelas dengan Tika
dikelas XI ini, Tika klas XI.IPA1 sedangkan Lula dan Ressi kelas
XI.IPS2.
Saat
dikelas teman-temanpun banyak yang menanyakan tentang ketidak hadiran Lula hari
ini. Ressi pun menjawab semua pertanyaan sesuai dengan perintah Lula.
Ressipun belajar
seperti biasa dikelas, tidak banyak hal yang berubah karena ketidak hadiran
Lula hari ini.
Tak
terasa Bel tanda istirahat berbunyi, anak-anak pun bubar dari kelas. Ada yang
ke kantin, kelapangan basket, ke ruang osis, dan lain-lain.
Setelah
jam istirahat habis murid-murid pun kembali ke kelas masing-masing. Dan
melanjutkan pelajaran seperti biasanya, satu persatu guru masuk dan berganti
mulai dari guru matematika, bahasa indonesia, fisika, dan bahasa jepang. Tak
terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, tak lama bel tanda pulangpun
berbunyi, murid-murid keluar dari kelas masing-masing.
Tika-tiba Tika dan
teman-temannya menghampiri Ressi.
“Ress, kita pulang sama temen-temen gua juga yaa..soalnya mau kerja
kelompok ngerjain tugasnya Pak Rusli.”
“Ouhh..yaudah. Iya gapaapa Tik.”
Padahal dibalik semua
itu ada yang Tika sembunyikan, sebenarnya Tika dan teman-temannya tidak ingin
kerja kelompok tetapi ingin merayakan ulang tahun Ressi bersama. Lalu Ressi
diajak oleh tika dan teman-temannya kesebuah taman yang indah penuh dengan
bunga.
“Loh ? Katanya kalian mau kerja kelompok, kenapa jadi ketempat ini?”
Ressi terkejut.
“Iyaa, gapapa ditempat ini lagipula tempatnnya baguskan.” Jelas nene
teman Tika.
“Yaa sudah terserah kalian sajah, gua mah ikut alian saja.”
Akhirnya Tika dan
teman-temannya berpura-pura kerja kelompok untuk meyakinkan Ressi. Ada yang
membahas tentang apa yang akan dimulai, ada yang asik bercerita, ada pula yang
memulai tugas.
Tiba-tiba saat mereka sedang sibuk ada seorang
gadis yang datang dengan mengendarai sepeda motor, dan ternyata itu adalah
Lula. Ressi, Tika dan teman-temannya pun terkejut. Karena hari ini lula tidak
masuk sekolah tapi kenapa Lula datang ketempat ini. Ini semua adalah Rencana
dari Lula dan Tika untuk memberi kejutan pada Ressi.
“Lul, ko lu disini?” dengan kagetnya Ressi bertanya.
“iya dong.” Kata Lula
Akhirnya
Lulapun gabung dengan teman-teman Tika yang sedang asik bercerita, tapi disisi
lain Tika sibuk memisahkan diri untuk menyipakan kue ulang tahun untuk Ressi
yang sudah dibawa oleh Lula. Dipasangkan lilin berangga tujuh belas yang
menyatakan umur Ressi sekarang, ya tepat ! ini adalah ulang tahun ressi yang
ketujuh belas. Tak lupa dinyalakannya lilin lilin itu.
Lalu Tika keluar dari
balik pohon besar dengan membawa kue ulang tahun istimewa itu dengan nyanyian
selamat ulang tahun.
“selamat ulang tahun kami ucapkan” Tika bernyanyi
Ressi yang melihat hal
ini pun terkejut, karena memang Ressi tidak menyangka kalau ini semua akan
terjadi padanya, yang ada dalam benaknya adalah teman-teman dan mamanya lupa
akan hari ulang tahunnya tetapi itu semua tidak benar.
“Kaliaan semuaaaaa !!! Gua bener-bener gak nyangka kalo ini semua sudah
kalian rencanakan.”
“Hehe sebenarnya ini semua udah kita siapin dari kemarin kemarin” tika
tertawa
Berselang beberapa menit
dari arah yang sama saat Lula datang, ada dua motor matic yang datang ternyata
itu adalah Ka Raffi dan Ka Mugni, ternya mereka berdua juga bagiaan dari
rencana Tika dan Lula. Tak habisnya kado datang untuk Ressi, mulai dari kejutan
yang dibuat oleh dua sahabatnya dengan keikutsertaan teman-teman Tika, kejutan
dari Ka Mugni, dan banyak lagi.
Sore kini mulai
menghinggap diperaduannya, langitpun kini mulai berubah dari biru muda mejadi
kemerahan, tawa bahagia bertabur ditempat itu, tak hanya ressi yang bahagia
tapi teman-teman Ressi pun ikut bahagia. Mengingat waktu yang terus beranjak
akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri kejutan untuk Ressi, dan merekanpun
pulang kerumah masing-masing. Begitu pula Ressi, namun saat sampai dirumah
Ressi pun mendapat kejutan dari mamanya yaitu guyuran tepung dan ceplokan
telor. :D tak hanya mamanya adiknya pun turut serta membantu.
Setelah semua kejutan
itu berakhir Ressi pergi mandi dan beristirahat, seperti biasa Ressi selalu
menulis cerita yang di alaminya dalam buku hariannya itu, dalam buku kecil
berwarna biru muda dengan hiasan boneka kecil diluarnya.
Karena terlalu asik Ressi menulis, Ia pun sampai tertidur dengan pena
ditanggannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar